Rudipikus Dogomo :
WUPUT CYBER

Latest Post

Papua tra kosong


Sejak dijadikan sudah berisi
Itu ciptaan Tuhan yang telah ditetapkan

Catatan buram, tunjukan kosong
Penjajah berikan nama seenaknya
Padahal sejak dijadikan ada penghuninya

Tuhan berikan alam yang kaya
Alam yang nan-indah
Manusia yang unik

Beri nama baru hilangkan nama lama
Pemberian nama hilangkan sejarah
Tutup pesan Sang Ilahi

Tanah ada nama
Laut, sungai, danau ada nama
Teluk dan tanjun juga demikan

Para peneliti rasa tak ada nama
Penemuan baru
Nyatanya tidak

Papua tra kosong
Semua telah ada nama
sumbernya Yang Kuasa

Sajak yang berdendang


Tak ada orang yang terlalu sibuk
Hanya soal kau ada di urutan ke berapa
Dalam list prioritas seseorang...
Begitulah sajak berdendang dalam kesunyian

Tak akan ada....
Dan tak akan pernah ada...
Seorang manusia mampu memuaskanmu
Untuk rentan waktu yang bersifat kekekalan

Bahkan dalam kesementaraan..
Engkau harus berjuang sendiri..
Menutupi kekosongan demi kekosongan
Pencarian demi pencarian
Hingga bertemu dengan sang Perancang semesta

Ia mengetahui fungsi setiap ciptaan
Ia yang merancang cara kerja hatimu..

Sebelum berjumpa dengan-Nya
Maka takkan ada...
Dan takkan pernah ada...
yang mampu menyamankanmu..

Ia tak pernah terlalu sibuk
kau selalu dapat menjadi yang utama
mungkin kau hanya butuh "pulang"...

Saat sajak itu berdendang lagi...
Kau tak perlu berharap pada dunia..
Saat sajak itu memanggil lagi..
Jangan tambatkan hati pada rancangan..

Nanti kau kecewa
Nanti kau terluka
Nanti hatimu penuh kekosongan
Nanti semuanya sia-sia....

Kau hanya butuh satu...
"Pulang..!!!"

Kenyataan Sadis


Kalau orang yang punya otak
Barangkali dia masih bisa berfikir
Kalau orang yang punya hati
Barangkali dia masih bisa merasakan
Karena Manusia itu memiliki otak dan hati

Kalau orang yang memiliki seorang mama
Dilahirkan oleh seorang mama
Dia bisa rasakan bagaimana perasaan anak
Ketika mamanya tersayat karena Penindasan di West Papua

Hujan Perengut Nyawa


Kala itu hujan turun membasahi bumi cenderawasih.
Kutanya mentari mengapa terjadi?
Hati kecilku terus menangis
Melihat Negriku yang kian tragis

Apa, apa, dan apa salahnya?
Wahai kaum bertopeng perenggut nyawa
Hujan deras apa yang kau ciptakan?
Sederas itukah yang harus kuhadapi?

Seandainya bulan dan awan bisa berkata
Itulah, Senandung pelangilah jawabannya
Optimis, tangis air mata bukan tanda kepunahan
Tapi, barangkali, ini jalan menuju Kemenangan.

ATAS DERITA TIADA HENTI


Wahai Cendrawasih
Bentangkan sayapmu
Bawalah segalah penderitaan
Yang sedang terjadi di tanah air West Papua.

Atas pembunuhan di mana-mana
Penyiksaan di mana-mana
Pemerkosaan di mana-mana
Yang telah dan sedang terjadi.

Bawa semuanya.
Dan terbang tinggi.
Setinggi-tingginya.
Buanglah menjahu

Bawa jauh
Sejauh-jauhnya
Dibalik tebing batas
Biarkan hidup tenang.

Biarkan kami hidup aman.
Hidup damai.
Hidup  bebas tentram
Hidup sejahtera.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Papua tra kosong

Sejak dijadikan sudah berisi Itu ciptaan Tuhan yang telah ditetapkan Catatan buram, tunjukan kosong Penjajah berikan nama seen...

 
Desaing : Website | Pembuat | Abaimaida News
Copyright © 2017. Wuput Cyber - Totalitas
Community Abaimaida Luntur
Simpel Radar Abaimaida