Kala itu hujan turun membasahi
bumi cenderawasih.
Kutanya mentari
mengapa terjadi?
Hati kecilku terus
menangis
Melihat Negriku yang
kian tragis
Apa,
apa, dan apa salahnya?
Wahai
kaum bertopeng perenggut nyawa
Hujan
deras apa yang kau ciptakan?
Sederas
itukah yang harus kuhadapi?
Seandainya bulan dan
awan bisa berkata
Itulah, Senandung
pelangilah jawabannya
Optimis, tangis air
mata bukan tanda kepunahan
Tapi, barangkali, ini
jalan menuju Kemenangan.

Online
Hari ini
Total


Tidak ada komentar:
Posting Komentar